Jumat, 20 April 2012

TIGA TIPE MANUSIA DAN CARA MENDEKATI MEREKA

—oleh: Ndika Mahrendra

BERBICARALAH sesuai dengan bahasa kaummu. Demikian salah satu petuah emas Rasulullah Muhammad saw suatu ketika. Sangat singkat, sederhana, namun juga sangat rumit. Sebab kita sedang berbicara tentang psikologi massa di sini. Bersamaan dengan itu, kita pun berbicara tentang psikolinguistik.

Kita butuh kemampuan memahami tipe serta karakter relasi bicara. Sebab dari sinilah kita baru tahu, dengan pendekatan dan bahasa macam apa agar pesan kita tersampaikan dengan efektif. Dan yang jauh lebih penting, kita tidak mengalami penolakan. Namun, berulangkali ternyata kita kerap salah mengindentifikasi tipe dan karakter mereka, dan lalu diperparah dengan bahasa pendekatan yang juga keliru. Maka pada gilirannya, pesan yang hendak kita tancapkan di kedalaman batin rekan bicara kita pun hanya menguap. Bergegas pergi melebihi kecepatan badai katrina.

Kasus tersebut pun menemukan titik relevansinya dengan salah satu pekerjaan kita di JSS, yaitu mencari referal. Tak sedikit postingan berisi keluh kesah dan apatisme, bahwa mencari referral adalah pekerjaan yang rumit dan melelahkan. Orang lain tak mau percayalah. Orang lain menunggu bukti kesuksesan kitalah. Dan ‘lah’ ‘lah’ lain yang membuat suasana batin menjadi begitu semrawut. Namun di pihak lain, tak sedikit pula member yang dengan riang hati berkomentar, bahkan memposting bukti-bukti sahih yang menukjukkan bahwa mencari referal adalah pekerjaan yang sangat mudah. Bonus 10% yang disumbangkan dari funding referal mereka nilainya kerapkali membuat masygul.

Lalu saya pun bertanya, mengapa di saat sekumpulan member-member disergap galau yang akut tentang susahnya mencari referral, segerombolan member lain tengah berbungah hati menikmati bonus 10% yang secara drastic menyodok jumlah posisi mereka di dalam account JSS? Apakah member yang berhasil menggaet banyak referral itu adalah pribadi-pribadi hebat, sementara member yang gagal menciduk referal itu hanyalah segerombolan pribadi-pribadi pecundang yang senantiasa dihajar gebalau kesialan?

Rasanya tak elok memberi sebuah penghakiman. Saya lebih tertarik untuk mengkaji kejadian-kejadian semacam itu berdasarkan teori marketing, psikologi massa, dan juga psikologi bahasa (psikolinguistik). Dan kesimpulan saya, yang titik pembeda antara member yang lancar menggaet referral dan member yang seret referral adalah terletak di kemampuan memahami karakter dan tipikal calon referral, serta metode pendekatan dan metode bahasa yang dipilih.

Baiklah, mari kita belajar mengurai persoalan. Sebab keluh kesah, sebagaimana telah dicatat oleh oleh sejarah, tak pernah mampu menyelesaikan keadaan. Seorang yang telah sampai di jalan-jalan keagungan pernah berdendang: orang-orang yang pandai berkeluh kesah memang akan membuat banyak orang menaruh rasa kasihan. Namun tak satu pun dari mereka yang kasihan itu menaruh rasa hormat.

Begini. Dalam teori pemasaran, manusia itu digolongkan ke dalam tiga tipe komunikasi. Yang pertama Tipe Penglihatan. Yang kedua Tipe Pendengaran. Dan yang ketiga, Tipe Perasaan. Dan ketiganya membutuhkan tiga strategi yang juga berbeda. Salah metode komunikasi, maka anda ibarat seorang penggembala yang tengah menggarami burung terbang.

Yang pertama Tipe Penglihatan. Orang-orang dengan tipe semacam ini saat berbicara biasanya sangat cepat. Saat berpakaian juga suka memakai aksesoris yang lebih banyak dibandingkan tipe yang lainnya. Kosakata yang sering muncul saat mereka berkomunikasi biasanya sering menyebutkan kata-kata yang mengakses kepada penglihatan. Taruhlah Misalnya, ‘Kelihatannya’, ‘Tampaknya’, ‘Bentuknya’, ‘Pemandangannya’, Warnanya dan lain-lain sebagainya.

Saat Anda mendapatkan prospek yang seperti ini, Anda mesti mengajukan gambar-gambar produk atau jasa yang Anda tawarkan. Dalam konteks ini, anda butuh print out atau screen shoot dari table profit yang Anda dapatkan saban hari, bukti WD, dan tentu angka-angka hasil penjualan dollar Anda dari money changer yang sudah nemplok di rekening bank local Anda. Sebab seringkali prospek Anda belum familiar dengan Liberty Reserve dan Aler Pay.

Jika disimpulkan secara sederhana, prospek dengan tipikal macam ini lebih menekankan pada bukti yang dapat dilihat oleh indra penglihatan!

Kedua, Tipe Pendengaran. Pada tipe pendengaran ini, biasanya, saat berbicara nada suaranya akan naik turun. Tipe ini sangat senang sekali dengan cerita, kisah-kisah, dan jejak pengalaman orang lain. Kata- kata yang sering mereka ucapkan adalah: ‘Siapa yang cerita?’ ‘Ngomongnya Bagaimana?’, ‘Bicaranya bagaimana?’, ‘Nadanya?’, ‘Lagunya?’. Kebiasaan unik yang sering dilakukan pada tipe pendengaran adalah mereka sering sekali ini menyodorkan telinganya kepada lawan bicaranya. Bukan karena budek. Tapi karena mereka tak ingin kehilangan kisah-kisah yang bagi mereka sangat ajaib.

Saat Anda mendapatkan prospek seperti ini, Anda bisa berbicara langsung dengannya dan berbicara ke akses yang mengenai pendengarannya. Anda bisa menceritakan kisah-kisah Anda, atau member-member lain yang sudah sukses. Anda bisa menunjukkan testimoni-testimoni dari para member JSS yang dapat membuat dia tertarik.

Jika dirumuskan secara sederhana, prospek dengan tipikal ini, akan berhasil Anda tahlukkan dengan cerita-cerita kesuksesan Anda atau member lain. Mereka tidak butuh print out atau screen shoot daily earning Anda, walau jumlahnya telah menyentuh ratusan dollar perhari!

Dan yang ketiga, Tipe Perasaan. Member yang mempunyai tipe ini, memiliki ciri-ciri khusus dalam nada bicaranya. Nada bicaranya mantab, penuh jeda, dan semua yang dapat mengakses ke perasaan. Kata-kata yang sering mereka munculkan misalnya adalah: ‘Suasananya nyaman’, ‘udaranya sejuk’, ‘mahal ya’, ‘manis ya’. Dan secara fisik, mereka biasanya memakai baju asal-asalan, dan tidak rapi. Yang terpenting bagi mereka adalah nyaman.

Saat Anda mendapatkan prospek seperti ini, Anda bisa buat perasaannya nyaman dan berbicara ke akses yang mengenai perasaannnya. Misal Anda memaparkan bahwa JSS itu adalah pilihan yang tepat menjadi jalan untuk mencapai sukses. Komisi 2% saban hari. Sistem RSF yang menjadi garansi JSS tak akan scam dan bakal bertahan lama. Dan tentu, sampaikan pula bahwa JSS itu hukumnya halal. Itu penting bagi mereka yang beragama muslim.

Jika dirumuskan secara sederhana, prospek dengan tipikal semacam ini akan berhasil Anda taklukkan jika Anda mampu membuat mereka merasa nyaman. Mereka tidak takut. Mereka merasa bahwa apa yang Anda tawarkan adalah solusi aman bagi masa depan hidup mereka.

Maka mulai saat ini, hentikan berkeluh kesah. Jangan salahkan keaadan atau orang lain saat Anda gagal mendapat referral baru. Evaluasilah cara-cara yang Anda lakukan. Sebab manusia itu unik, dan berbeda satu sama lain. Penyamarataan metode pendekatan, penyeragam pilihan bahasa, hanya akan mencampakkan Anda di lembah penolokan yang menyakitkan. So…, kenali karakter dan tipikal mereka, dan dekati dengan cara yang tepat.

Salam Sukses…,
Admin Justbeenpaid Jogjakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar